just merried

February 1st, 2009 by sarah-azizty

Alhamduliilah, puji syukur kepada Allah Swt, terpenuhilah separuh dien ini…

Insya Allah, semoga pernikahan ini berbuah sakinah, mawadah dan rohmah. Amiin.

Jakarta, 24 januari 2009 jam 10.30 WIB

Sarah dan Syahban

entah

August 28th, 2008 by sarah-azizty

ada kala senyumnya begitu mesra

menyapa diri yang haus karena dahaga

sejuk..bak embun meretas menyelusup hingga batin mulai tertata

ada kala ketika salamnya membahana

dia bagaikan kesatria…

menopang segala aksara dan menumpahkan pelita dengan cahaya

dia ada…

tapi entah dimana??

tawanya bergaung…

ah..sudahlah…

dia memang benar2 ada..!!

tapi entah dimana………

10 hari dan 3 hari kemudian???kenapa tak ada kabar?!!!

August 12th, 2008 by sarah-azizty

………………………………………………………………………..
ada lini….
menyapaku dalam derap kisah sesaat…
membawaku dalam lamunan peradaban sekelebat…
tapi itu lini………….
lini itu kini menjadi tembok nan tinggi menjulang
lini yang dulu berupa garis satu senti
…………………………………………………………………………
______________________________________________________________
______________________________________________________________

sapen, 13 agustus 2008

"ada banyak tanya mengapa dihati ini.. 10 hari membingkai ukhuwah, aku kira semuanya bukan percuma dan sia-sia. Belum juga ada hati yang terkotori, namun apakah berita bahagia itu tak layak di sampaikan hingga ketelinga ini langsung? mungkin benar2 semua salah!!! karena kini aku yang benar2 sakit hati…yang menjadi tanya, kenapa saat kau siapkan semua kau justru datang dan mendekat. kau tawarkan harapan dan juga pernyataan di hari itu. kini semua sudah berlalu. biar kan kisah ini kusimpan dan ku ambil hikmah…"

“Offin TOmBoL NeGative Dzonmu!!”

August 7th, 2008 by sarah-azizty

Tersengat listrik adalah hal yang mungkin nggak termasuk yang kita
impikan. Apalagi bila sengatan listrik itu menimbulkan luka yang
rasanya pun menyakitkan. Kadang hasil dari sengatan listrik juga
meninggalkan bekas yang tak mudah hilang dalam jangka waktu sesaat. Dan
yang paling membekas adalah rasa trauma yang mendalam akibat dari
sengatan listrik. Mungkin karena ganasnya sengatan listrik itu pula
yang mengakibatkan Cha juga sedikit phobia dengan hal-hal berbau
perlistrikan. Namun bukan tentang phobia listrik Cha yang mau
diketengahkan disini. Cha hanya sekedar mengamati tentang listrik.
Seganas-ganasnya aliran listrik, ternyata listrik tetap dapat
dikendalikan oleh manusia. Disetiap rumah, penggunaan listrik diatur
secara optimal oleh alat-alat perlistrikan. Ada saklar, sekering, dan
ada aturan main lainnya yang Cha sendiri kurang paham tentang hal itu.
Dan yang jelas adalah setiap kali Cha menghidupkan lampu kamar, Cha
tinggal menyentuh suatu alat dengan sekali tekanan dan menyalalah lampu
kamar Cha. Tadinya Cha acuh tak acuh dengan hal itu. Namun saraf otak
Cha tak bisa tinggal diam. Listrik punya tombol untuk meng-On-kan
maupun meng-Off-kan alirannya. Lalu, bagaimana dengan manusia??
Secara
sunatullah, manusia adalah makhluk ciptaanNya yang diciptakan paling
sempurna dibandingkan makhluk ciptaanNya yang lain. Manusia diberikan
akal untuk berpikir dan ‘membaca’ kalimatNya. Berpikir untuk apa
keberadaannya di dunia ini. Mengapa manusia ada didunia dengan segala
bentuk dan rupa yang berbeda-beda. Mengukur sejauh mana rasa nikmat dan
kebahagiaan mendiami dunia fana ini. Banyak suka cita ataukah duka
cita? Bahkan sekaya-kayanya orang dia tidak mampu mengukur
kebahagiaannya sendiri. Lalu duka ataukan suka hidup itu?
Nah,
makhluk manusia diciptakan dengan akal. Berpikir sehingga mampu
memenuhi hidupnya didunia. Mengukur keadaan hidupnya antara suka dan
duka. Manakah yang akan dipilih oleh manusia berakal antara suka dan
duka? Ya!! Tentu memilih untuk bersuka cita. Perasaan suka meliputi
banyak hal. Ketenangan, kenyamanan, ketenaran, ketampanan dan
kecantikan, kekayaan, dan mungkin juga perasaan ‘bahagia’. Namun dalam
jangkauan otak Cha pribadi memilah kata bahagia itu tak sama dengan
perasaan suka cita. Seseorang bisa jadi mempunyai rasa suka namun belum
tentu ia bahagia. Ini bisa dicontohkan seperti rasa suka seorang pria
pengangguran kepada wanita yang bukan muhrimnya. Rasa suka itu ada
karena sang pria itu melihat betapa cantiknya wanita yang ia sukai.
Wanita itu tak hanya cantik, dia pintar, mempunyai penghasilan dan
mempunyai martabat juga pengaruh yang besar terhadap masyarakat.
Bagaimana seorang pria pengangguran bisa suka dengan wanita semacam
ini? Sedangkan dirinya tentu mempunyai kesenjangan sosial yang jauh
dengan wanita itu. Rasa suka itu pasti akan menimbulkan benteng pada
diri sendiri yang menyebabkan perasaan tidak bahagia. Apalagi bila
ternyata si wanita jelas-jelas menolak rasa sukanya. Otomatis, hal ini
malah akan menimbulkan rasa sakit mungkin juga penyakit hati yang
mengubah rasa suka itu menjadi rasa benci. Namun, darimanakah
sebenarnya perasaan itu timbul?
Peribahasa dari mata turun kehati
maybe bener may be not! Tapi nggak ada salahnya kalo kita membatasi
pandangan kita agar hati kita pun terjaga. Secara faktual,
kadang-kadang hati dikendalikan oleh pikiran, namun juga seringnya hati
yang mengendalikan pikiran. Bila hati terlalu besar mengendalikan
pikiran maka naluri rasa itu lebih berwujud. Seperti halnya yang
ditunjukkan oleh wanita. Wanita itu lebih dikendalikan hati daripada
akal. Dan laki-laki sebaliknya, lebih dikendalikan oleh pikiran
daripada hati. Maka otak laki-laki tak jarang lebih rasional ketimbang
wanita.  Namun juga bukan berarti bahwa wanita tak pernah berpikir
dikarenakan dia bergerak dengan hati. Penggunaan yang ideal adalah yang
seimbang antara akal dan hati. Jadi, baik wanita maupun laki-laki harus
dapat menyeimbangkan antara akal dan hati untuk hidup didunia ini. Akal
dan hati inilah kunci dari kebahagiaan yang sejati.
Lalu,
bagaimanakah seseorang bisa bahagia? Ah, dibalik saja…mending
tanyakan pada diri sendiri. ‘Apakah saat ini saya sudah bahagia?’ Tentu
kriteria kebahagiaan menurut Cha dan kalian berbeda. Dalam keyakinan
diri ini, Cha mencoba menset otak Cha tentang makna kebahagiaan itu.
Cha mengarahkan pola pikir Cha untuk bahagia saat ini juga. Bisakah?
Tentu bisa!!! Yang membuat diri kita suka atau duka adalah diri kita
sendiri. Ada semacam ‘knob’ pada diri Cha soal kebahagiaan. Salah
satunya adalah tombol ‘on-off’ tentang ‘dzon’ pada diri Cha. Pada sisi
On, disana tertatahkan tulisan ‘negative dzon’. Dan pada sisi Off,
disana tertatahkan tulisan ‘positive dzon’. Apakah negative dzon dan
positive dzon itu?
‘Dzon’ disini diartikan sebagai prasangka,
sedangkan positive diibaratkan sebagai suatu aliran baik yang bersifat
daya guna dan lebih bermanfaat. Itu artinya negative diibaratkan
sebagai aliran buruk yang bersifat kurang berdaya guna dan kurang
bermanfaat. Maka, Cha sendiri mengartikan positive dzon adalah suatu
bentuk prasangka baik yang bila dipelihara akan menimbulkan daya guna
yang lebih bermanfaat demi kepentingan orang banyak. Dan sebaliknya,
negative dzon adalah suatu bentuk prasangka buruk yang harus
dimusnahkan agar tidak mengganggu kepentingan dari orang banyak. So,
manakah yang kalian pilih? Negative dzon or positive dzon???
Cha
memilih untuk nge-Offin tombol negative dzon. Itu artinya Cha memilih
efek positive dzon pada diri Cha. As long as, Cha mencoba memanfaatkan
aliran positif pada diri Cha. Mencoba menanyakan pada diri sendiri,
‘Kenapa harus ada kata iri? Kenapa harus ada ego diri? Kenapa musti
dengki ma orang lain? Kenapa musti sedih bila orang lain suka? Kenapa
musti buang-buang energi untuk memikirkan kesalahan dan kejelekan orang
lain? Dan banyak hal kenapa lainnya, yang ujung-ujungnya Cha capek
sendiri karena tak kunjung mendapatkan jawaban dari banyaknya kenapa
tersebut. Yang ada, Cha berpendapat bahwa setiap dari lisan, pikiran
maupun yang tersimpan dalam diri ini adalah doa kita pada yang pengabul
doa, Allah Swt. Dari dulu Cha ingin ikut merasakan seperti apa perasaan
orang yang ikut bahagia atas kebahagiaan orang lain. Dan jawabannya
adalah ‘positive dzon’. Berprasangka baiklah maka prasangkaan itu akan
dijawab oleh Nya! So???
Energi positive itu mempengaruhi kerja otak
positive juga. Secara intuitif, pola pikir kita bergerak sesuai dengan
kehendak hati kita pada saat itu. Saat kita berkehendak ingin marah
maka yang terjadi adalah luapan emosi seketika yang melebihi standar
energi positif kita yang bergerak menuju energi negative. Perubahan
siklus antara positive ke negative ini dirancang oleh kerja otak kita
masing-masing. Katakanlah memang ada semacam tombol On-Off dalam diri
kita. Maka rasio otak kita akan mengarahkan pada tombol positif bila
kita berpikiran positif. Hanya diri kita yang mampu mengendalikan diri
kita sendiri. Bukan karena pengaruh orang lain.
Last, menjadi baik
itu adalah pikiran kita. Seberapa jauh parameter kebaikan kita
tergantung pada diri kita sendiri. Semakin banyak ilmu yang diserap,
maka semakin banyak energi positive yang bergerak keatas. Itu artinya,
hanya orang berilmu dan berpikir saja yang dapat mengendalikan tombol
On/Off "positive-negative" dzon. Berprasangka baikkah atau burukkah
kalian saat ini? Tergantung dari ilmu yang kalian miliki, dan kalian
lebih tahu jawabannya dari pada Cha!!! ^_^

One Day: “KKN kak Gie”

July 6th, 2008 by sarah-azizty

Langit ini lumayan cerah, n hari ini aku lihat tubuhnya tegap diantara seragam ijo yang lain. Senyumnya mendarat manis ke arahku. Tapi entahlah, kenapa da ruang yang kemudian hampa?! Kenapa seperti ada desiran yang sayup-sayup terasa.
"Kak, kamu pasti bisa dan harus bisa!"
"Lihat bintang malam ini, dan tunjukkan kekita mana bintang penyemangat mu?"
"Lihat juga wajah rembulan yang tersenyum diatas langit!"
"Kak, KAMU PASTI BISA!!!"

@ hari I keberangkatan kak Gie menuju lokasi KKN @_@

Andai ia tahu

May 4th, 2008 by sarah-azizty

Andai ia tahu…
aku mencintainya karena Allah mencintaiku
aku mencintainya karena Allah memberikan cintaNya padaku
aku mencintainya karena Allah mengajarkan rasa cintaNya kepadaku
aku sungguh-sungguh mencintainya,
dan aku pun menginginkan hal yang sama berlaku untukku!
Aku mencintainya untuk mengajarkan cintaNya padaku
Aku mencintainya untuk menggapai cintaNya padaku
Aku mencintainya untuk membimbingku menuju rumah cintaNya
Namun…
Ternyata aku keliru… tak ada cinta yang sebanding dengan cintaNya kepadaku
Aku diajarkan untuk ikhlas karena aku mencintainya
Aku diajarkan untuk sabar karena aku mencintainya
Aku diajarkan untuk tawakal meskipun cintanya bukan untukku
Dan aku kini menangis tergugu karena cintaku yang keliru..
Tapi aku tetap mencintainya!!!
Andai dia tahu…
Aku terpuruk karena mencintainya
Aku menderita karena mencintainya
Aku kehilangan waktuku karena mencintainya
Aku merana karena mencintainya
Aku pernah membenciNya karena mencintainya
Kini, apakah aku harus mencintainya ketika aku kehilangan cintaNya?
Tapi ternyata cintaNya tak pernah hilang dan pergi dariku
Tapi ku yakin, justru dia yang akan meninggalkanku tanpa memberikan secuilpun
Perasaan cintanya kepadaku……….
Aku bukannya tak sadar cintaku sia-sia
Aku bukannya merasa tak bodoh dengan cinta ini
Tapi sadarkah dia… bahwa rasa cinta ini telah membunuhku!!
Aku bermain api dan terbakar!
Aku cemburu! Tapi kenapa aku bilang aku bahagia mereka bersama!!!
Aku benci tapi aku bilang suka untuk membantu
Aku sedih namun aku bilang aku bahagia
Aku malu tapi aku bilang tak mengapa
Aku hancur dan orang lain tertawaaaaaaaaa!!!!
Aku mati..dan orang tak ada yang akan peduli
Lalu untuk apa cinta ini???

KODE BABI PADA MAKANAN BERKEMAS

September 20th, 2007 by sarah-azizty

Assalamu’alaikum

Oleh Dr.M. Anjad Khan

Salah seorang rekan saya bernama Shaikh Sahib, bekerja sebagai pegawai di
Badan Pengawasan Obat & Makanan (POM) di Pegal, Perancis. Tugasnya, mencatat
semua merk barang, makanan & obat-obatan

Produk apapun yang akan disajikan suatu perusahaan ke pasaran, bahan-bahan
produk tesebut harus terlebih dulu mendapat ijin dari BPOM Prancis dan Shaikh
Sahib bekerja di bagian QC. Tak heran jika ia mengetahui berbagai macam bahan
makanan yang dipasarkan. Banyak dari bahan-bahan tersebut dituliskan dengan
istilah ilmiah, namun ada juga beberapa yang dituliskan dalam bentuk matematis
seperti E-904, E-141.

Awalnya, saat Shaikh Sahib menemukan bentuk matematis, dia penasaran lalu
menanyakan kode matematis tersebut kepada orang Prancis yang berwenang dalam
bidang itu. Orang Prancis menjawab, Kerjakan saja tugasmu, dan jangan banyak
tanya …!

Jawaban itu, semakin menimbulkan kecurigaan Sahib, lalu ia pun mulai
mencari tahu kode matematis dalam dokumen yang ada. Ternyata, apa yang dia
temukan cukup mengagetkan kaum muslimin dunia. Hampir di seluruh negara bagian
barat, termasuk Eropa pilihan utama untuk daging adalah daging babi. Peternakan
babi sangat banyak terdapat di negara- negara tersebut. Di Perancis sendiri
jumlah peternakan babi mencapai lebih dari 42.000 unit.

Jumlah kandungan lemak dalam tubuh babi sangat tinggi dibandingkan dengan
hwan lainnya. Namun, orang Eropa & Amerika berusaha menghindari lemak-lemak
itu. Yang menjadi pertanyaan dikemanakan lemak-lemak babi tersebut ? Babi-babi
dipotong di rumah jagal yang diawasi BPOM, tapi yang bikin pusing POM adalah
membuang lemak yang sudah dipisahkan dari daging babi.

Dahulu sekitar 60 tahun lalu, lemak-lemak babi itu dibakar. Kini mereka
pun berpikir untuk memanfaatkan lemak-lemak tersebut. Sebagai awal uji cobanya,
mereka membuat sabun dengan bahan lemak babi, dan ternyata berhasil.

Lemak-lemak itu diproses secara kimiawi, dikemas rapi dan dipasarkan.
Negara di Eropa memberlakukan aturan yang mewajibkan bahan setiap produk
makanan, obat-obatan harus dicantumkan pada kemasan. Karena itu, bahan dari
lemak babi dicantumkan dengan nama Pig Fat (lemak babi) pada kemasan produknya.

Agar mudah dipasarkan, penulisan lemak babi dalam kemasan diganti dengan
lemak hewan. Ketika produsen ditanya pihak berwenang dari negara Islam, maka
dijawab lemak tersebut adalah lemak sapi & domba. Meskipun begitu lemak-lemak
itu haram bagi muslim, karena penyembelihannya tidak sesuai syariat Islam.

Label baru itu dilarang keras masuk negara Islam, akibatnya produsen
menghadapi masalah keuangan sangat serius, karena 75% penghasilan mereka
diperoleh dengan menjual produk ke negara Islam, mengingat laba yang dicapai
bisa mencapai miliaran dollar.

Akhirnya, mereka membuat kodifikasi bahasa yang hanya dimengerti BPOM,
sementara orang lain tak ada yang tahu. Kode diawali dengan E - CODES,
E-INGREDIENTS, ini terdapat dalam produk perusahaan mutinasional, antara lain :
pasta gigi, pemen karet, cokelat, gula2, biskuit, makanan kaleng, buah2an
kaleng, dan beberapa multivitamin serta masih banyak lagi jenis makanan &
obat2an lainnya.

Sejak produk2 diatas banyak dikonsumsi negara2 muslim, kita sebagai negara
muslim sedang mengalami masalah penyakit masyarakat, yakni : seperti hilangya
rasa malu, kekerasan, seks (kumpul kebo).

Karena itu, saya mohon kepada sesama muslim dimana pun, untuk memeriksa
secara seksama bahan2 produk yang akan kita konsumsi dan mencocokannya dengan
daftar kode E-CODES, berikut ini karena produk dengan kode-kode di bawah ini,
positif mengandung lemak babi :

E100, E110, E120, E-140, E141, E153, E210, E213, E214, E216, E234, E252, E270,
E280, E325, E326, E327, E337, E422, E430, E431, E432, E433, E434, E435, E436,
E440, E470, E471, E472, E473, E474, E475, E476, E477, E478, E481, E482, E483,
E491, E492, E493, E494, E495, E542, E570, E572, E631, E635, E904.

Adalah tanggungjawab kita bersama untuk mengikuti syari’at Islam dan juga
memberitahukan informasi ini kepada sesama muslim lainnya.

Semoga manfaat,

M. Anjad Khan
Medical Research Institute United States
****************
Prennss …kalo mo hang out di Starbucks or Coffebean, pikir2 ulang deh ….
karena, ternyata semua minuman mengandung elmusifier yang berasal dari babi.
Kalo membeli makanan kita juga gampang mengetahui halal or haram, caranya dg
melihat ada tidaknya kode E - trus tiga digit angka dibelakangnya, dan itu
artinya bahan2 berasal dari lemak babi…
****************
Dear all …

Jika memang emulsifier yang dipake starbuck adalah kode E471 (tidak ada embel2
lain, misal : lecithin de sojaatau soy lecithin), maka saya yakni bahwa
“origin”nya adalah pork or varken (babi)

Sebenarnya tak hanya E471 tapi juga E472, para keluarga muslim Groningen the
Netherlands & ikatan kel muslim Eropa memperingatkan kami utk mengecek content
/ ingredient emulsifier ini pd setiap produk makanan yg akan dibeli.

Kami pun sempat kaget, karena emulsifier juga digunakan pada roti tawar. Karena
itu, kami sarankan kpd kel muslim utk pilih roti tawar dg istilah biological
bread (non-chemical additive), tentu saja resikonya harga lebih mahal (1/2 blok
roti tawar jenis ini hampir 3 X harga roti tawar dg emulsifier), yang
pentingkan halal.
****************************

FYI ….

E471 biasa dikenal dg sebutan lecithin è originnya merupakan ekstrak dari
tulang babi.

E472 (saya tak ingat nama dagangnya) è originnya adalah ekstrak tulang babi.

Kedua additive ini merupakan senyawa turunan dr asam lemak (fatty acid).
Biasanya kedua additive ini sangat sering ditemukan pada produk2 berikut :

Produk makanan mengandung cokelat è roti, ice cream, biskuit, dll

Produk makanan yg perlu elmusifier è coklat bar, ice cream, or bulk, coffee
cream, marshmallo, jelly, dsb.

Demikian sekilas info, semoga manfaat

Wallahu’alam bi shawab

http://www.mail-archive.com/milis-nakita@news.gramedia-majalah.com/

MEncari pasangan sendiri

September 12th, 2007 by sarah-azizty

Tidak salah jika seorang laki-laki mencari jodohnya sendiri. Ada landasan syar’inya kok “Dan tidak ada dosa bagi kamu meminang wanita-wanita itu dengan sindiran atau kamu menyembunyikan (keinginan mengawini mereka) dalam hatimu… “ (Al-baqarah:235)

Selain itu dalam hadis riwayat Bukhari: “Abdurahman bin ‘Auf berkata pada Ummu Hakim binti Qarizh:  Maukah kamu menyerahkan urusanmu kepadaku?” Ia menjawab : “Baiklah.” Ia (Abdurahman bin ‘Auf)  berkata :”kalau begitu, baiklah kamu saya nikahi.”

Berdasarkan hadis di atas, seorang laki-laki boleh saja mencari sendiri calon pasangannya. Bahkan ia diperbolehkan menikahkan dirinya sendiri dengan perempuan yang ia inginkan. Rasulullah dan para sahabat tidak pernah mencela perbuatan Abdurahman bin ‘Auf ini.

Meskipun bebas mencari seorang laki-laki diharuskan menjaga etika dan adab mencari atau meminang. Karena merasa berkuasa, seorang laki-laki cenderung buka cabang di mana-mana. Dengan si A pendekatan, dengan si B penjajakan, dengan si C TTM-an. Yang dinikahi malah si D. Wajar kalau laki-laki seperti ini akhirnya mendapat kutukan dari perempuan-perempuan yang pernah dekat dengannya.

Ketika mendekati atau menjajaki seorang perempuan untuk calon istrinya, seorang laki-laki harus tegas; serius atau just having fun. Jika si laki-laki hanya main-main, maka si perempuan tidak perlu serius menanggapi atau tinggalkan saja. Buat apa melayani calon pemimpin rumah tangga yang tidak punya komitmen.

  Seorang laki-laki bisa saja menaburkan seribu janji-janji di saat perkenalan. Tapi yang diperlukan perempuan adalah bukti, bukan sekedar kata-kata manis yang indah di telinga. Salahnya perempuan sering melambung dengan untaian kata romantis laki-laki, sehingga terbang dan akhirnya jatuh terhempas; si laki-laki pergi ke lain hati. 

adapted from kokonata.multiply.com

NIKAH???

August 28th, 2007 by sarah-azizty
—– Original Message —–
Sent: Monday, August 27, 2007 10:43 AM
Subject: Buat Yang Udah Nikah, Mau Nikah, Punya Niat Untuk Nikah!
Bertengkar Dengan Indah, buat yang …… nikah!!!

Buat Yang Udah Nikah, Mau Nikah, Punya Niat Untuk Nikah!

Bertengkar adalah phenomena yang sulit dihindari dalam kehidupan berumah
tangga, kalau ada seseorang berkata: "Saya tidak pernah bertengkar dengan isteri saya !"
Kemungkinannya dua, boleh jadi dia belum beristeri, atau ia tengah berdusta. Yang jelas kita
perlu menikmati saat-saat bertengkar itu, sebagaimana lebih menikmati
lagi saat saat tidak bertengkar. Bertengkar itu sebenarnya sebuah
keadaan diskusi, hanya saja dihantarkan dalam muatan emosi tingkat
tinggi.

Kalau tahu etikanya, dalam bertengkarpun kita bias mereguk hikmah,
betapa tidak, justru dalam pertengkaran, setiap kata yang terucap
mengandung muatan perasaan yang sangat dalam, yang mencuat dengan
desakan energi yang tinggi, pesan pesannya terasa kental, lebih mudah
dicerna ketimbang basa basi tanpa emosi.
Tulisan ini murni non politik, jadi tolong jangan tergesa-gesa membacanya.
Bacalah dengan sabar, lalu renungi dengan baik, setelah itu…terapkan
dalam keseharian kita…….setuju friend’s???

…..Suatu ketika seseorang berbincang dengan orang yang akan menjadi
teman hidupnya, dan salah satunya bertanya; apakah ia bersedia berbagi
masa depan dengannya, dan jawabannya tepat seperti yang diharap.
Mereka mulai membicarakan : seperti apa suasana rumah tangga ke depan.
Salah satu diantaranya adalah tentang apa yang harus dilakukan kala
mereka bertengkar.

Dari beberapa perbincangan hingga waktu yang mematangkannya, tibalah mereka pada
sebuah Memorandum of Understanding, bahwa kalaupun harus bertengkar, maka :

1. Kalau bertengkar tidak boleh berjama’ah Cukup seorang saja yang marah-marah, yang
terlambat mengirim sinyal nada tinggi harus menunggu sampai yang satu reda.
Untuk urusan marah pantang berjama’ah, seorangpun sudah cukup membuat rumah jadi
meriah. Ketika seorang marah dan saya mau menyela, segera ia berkata "STOP" ini giliran saya ! Saya harus diam sambil istighfar. Sambil menahan senyum saya berkata dalam hati : "kamu makin cantik kalau marah,makin energik …" Dan dengan diam itupun saya merasa telah beramal sholeh, telah menjadi jalan bagi tersalurkannya luapan perasaan hati yang
dikasihi… "duh kekasih .. bicaralah terus, kalau dengan itu hatimu menjadi lega, maka dipadang kelegaan perasaanmu itu aku menunggu …."

Demikian juga kalau pas kena giliran saya "yang olah raga otot muka",
saya menganggap bahwa distorsi hati, nanah dari jiwa yang tersinggung
adalah sampah, ia harus segera dibuang agar tak menebar kuman, dan saya
tidak berani marah sama siapa siapa kecuali pada isteri saya :)

Maka kini giliran dia yang harus bersedia jadi keranjang sampah.
pokoknya khusus untuk marah, memang tidak harus berjama’ah, sebab ada
sesuatu yang lebih baik untuk dilakukan secara berjama’ah selain marah :)

2. Marahlah untuk persoalan itu saja, jangan ungkit yang telah terlipat
masa (maksudnya masa lalu kita) Siapapun kalau diungkit kesalahan masa lalunya, pasti
terpojok, sebab masa silam adalah bagian dari sejarah dirinya yang tidak bisa ia ubah.
Siapapun tidak akan suka dinilai dengan masa lalunya. Sebab harapan terbentang mulai hari
ini hingga ke depan. Dalam bertengkar pun kita perlu menjaga harapan dan bukan
menghancurkannya. Sebab pertengkaran di antara orang yang masih mempunyai harapan,
hanyalah sebuah foreplay, sedang pertengkaran dua hati yang patah asa,
menghancurkan peradaban cinta yang telah sedemikian mahal dibangunnya.

Kalau saya terlambat pulang dan ia marah,maka kemarahan atas
keterlambatan itu sekeras apapun kecamannya, adalah "ungkapan rindu yang
keras". Tapi bila itu dikaitkan dgn seluruh keterlambatan saya, minggu
lalu,awal bulan kemarin dan dua bulan lalu, maka itu membuat saya
terpuruk jatuh.> Bila teh yang disajinya tidak manis (saya termasuk penimbun gula),
sepedas apapun saya marah,maka itu adalah "harapan ingin disayangi lebih
tinggi". Tapi kalau itu dihubungkan dgn kesalahannya kemarin dan tiga
hari lewat,plus tuduhan "Sudah tidak suka lagi ya dengan saya", maka
saya telah menjepitnya dengan hari yang telah pergi, saya menguburnya di
masa lalu, ups saya telah membunuhnya, membunuh cintanya.

Padahal kalau cintanya mati, saya juga yang susah … OK, marahlah tapi
untuk kesalahan semasa, saya tidak hidup di minggu lalu, dan ia pun milik hari ini …..

3. Kalau marah jangan bawa-bawa keluarga Saya dengan isteri saya terikat baru beberapa
masa,tapi saya dengan ibu dan bapak saya hampir berkali lipat lebih panjang dari
itu, demikian juga ia dan kakak serta pamannya. Dan konsep Quran,
seseorang itu tidak menanggung kesalahan fihak lain (QS.53:38-40).

Saya tidak akan terpantik marah bila cuma saya yang dimarahi, tapi kalau
ibu saya diajak serta, jangan coba coba.
Begitupun dia, semenjak saya menikahinya, saya telah belajar mengabaikan siapapun
di dunia ini selain dia, karenanya mengapa harus bawa bawa barang lain ke
kancah "awal cinta yang panas ini".
Kata ayah saya : "Teman seribu masih kurang, musuh
satu terlalu banyak". Memarahi orang yang mencintai saya, lebih mudah dicari
ma’afnya dari pada ngambek pada yang tidak mengenal hati dan diri
saya..". Dunia sudah diambang pertempuran, tidak usyah ditambah tambah
dengan memusuhi mertua!

4. Kalau marah jangan di depan anak-anak, Anak kita adalah buah cinta kasih, bukan buah
kemarahan dan kebencian. Dia tidak lahir lewat pertengkaran kita, karena itu,
mengapa mereka harus menonton komedi liar rumah kita. Anak yang
melihat orang tua nya bertengkar, bingung harus memihak siapa.
Membela ayah, bagaimana ibunya. Membela ibu, tapi itu ‘kan bapak saya.
Ketika anak mendengar ayah ibunya bertengkar :

* Ibu : "Saya ini cape, saya bersihkan rumah, saya masak, dan kamu
datang main suruh begitu, emang saya ini babu ?!!!"
* Bapak : "Saya juga cape, kerja seharian, kamu minta
ini dan itu dan aku harus mencari lebih banyak untuk itu,
saya datang hormatmu tak ada, emang saya ini kuda ????!!!!
* Anak : "…… Yaaa …ibu saya babu, bapak saya kuda …. terus saya ini apa ?"

Kita harus berani berkata : "Hentikan pertengkaran !"
ketika anak datang, lihat mata mereka, dalam binarannya ada rindu dan
kebersamaan. Pada tawanya ada jejak kerjasama kita yang romantis,
haruskah ia mendengar kata bahasa hati kita ???

5. Kalau marah jangan lebih dari satu waktu shalat, Pada setiap tahiyyat kita berkata :
"Assalaa-mu’alaynaa wa ‘alaa’ibaadilahissholiihiin" Ya Allah damai atas kami,
demikian juga atas hamba hambamu yg sholeh ….

Nah andai setelah salam kita cemberut lagi, setelah
salam kita tatap isteri kita dengan amarah, maka kita telah mendustai
Nya, padahal nyawamu ditangan Nya.

OK, marahlah sepuasnya kala senja, tapi habis maghrib
harus terbukti lho itu janji dengan Ilahi …. Marahlah habis shubuh,
tapi jangan lewat waktu dzuhur, Atau maghrib sebatas isya … Atau habis
isya sebatas….??? Nnngg .. Ah kayaknya kita sepakat kalau
habis isya sebaiknya memang tidak bertengkar … :)

6. Kalau kita saling mencinta, kita harus saling
mema’afkan, Tapi yang jelas memang begitu, selama ada cinta,
bertengkar hanyalah "proses belajar untuk mencintai lebih intens" Ternyata
ada yang masih setia dengan kita walau telah kita maki-maki.

Ini saja, semoga bermanfa’at, "Dengan ucapan syahadat itu berarti kita menyatakan
diri untuk bersedia dibatasi".

*Selamat tinggal kebebasan tak terbatas yang dipongahkan manusia pintar tapi bodoh*

Promo IM2 Broadband 3.5G click http://www.indosatm2.com/popup.php/promo/3G_popup_brochure

Disclaimer

This is an e-mail from PT Indosat Mega Media intended solely for the named addressee(s). It is confidential and may contain legally privileged information. Therefore, any unauthorized use, disclosure or copying of this information is strictly prohibited.
PT Indosat Mega Media does not accept liability for any email loss or files damage.

Promo IM2 Broadband 3.5G click http://www.indosatm2.com/popup.php/promo/3G_popup_brochure

Disclaimer

This is an e-mail from PT Indosat Mega Media intended solely for the named addressee(s). It is confidential and may contain legally privileged information. Therefore, any unauthorized use, disclosure or copying of this information is strictly prohibited.
PT Indosat Mega Media does not accept liability for any email loss or files damage.

Menjemput Cinta-Nya

June 14th, 2007 by sarah-azizty

06/05/2007
                                                                     
                                     17:08                           
   

“Re,
kapan kamu mau dengerin mama? Setiap hari nggak ada waktu sama sekali
buat keluarga! Kegiatan kamu dikampus hampir membuat jurang antara
kamu, mama dan keluarga. Sempatkan pulang minggu ini ya! Ada banyak
hal yang ingin kami bicarakan ma kamu!”

Itu adalah salah satu sms dari mama. Dua hari ini mama rajin sekali
mengsms. Hampir penuh inbox di hp Tere karena sms darinya.. Intinya
adalah menyuruh Tere segera pulang! Sudah tiga bulan lebih Tere nggak
pulang ke rumah. Padahal jarak rumah ke kampus hanya satu jam
ditempuh dengan kendaraan roda dua. Bukannya Tere nggak kangen ma
mama, papa dan adik-adik dirumah, namun akhir-akhir ini Tere merasa
belum siap untuk menemui mereka dengan keadaan Tere saat ini.
Walaupun Tere tahu, inilah konsekuensi dari keputusan Tere. Dan Tere
butuh waktu untuk itu. Dan Tere harap, waktu itu tak akan lama lagi.

Dua tahun yang lalu, Tere sah menjadi alumni SMA Santa Clausa, sebuah
SMA swasta di bawah naungan Yayasan Gereja Santa Clausul. Yayasan
yang sebagian besar pengelolanya adalah keluarga Tere. Gereja ini
sendiri didirikan oleh kakek buyut Tere hingga dapat membawahi
sekolah-sekolah yang lumayan elite dikalangan sekolah-sekolah swasta
yang lain. Dan sejak taman kanak-kanak hingga SMA, Tere tamatkan
dengan ijazah di tempat yang sama. Bahkan hingga Tere tamat SMA,
keluarga menyarankan Tere kuliah diUniversitas yang masih berazaskan
agama kami. Namun, dengan mati-matian dan berbagai rayuan maut,
akhirnya mereka mengizinkan Tere kuliah di Perguruan Tinggi Negeri
melalui SPMB. Dan Tere diterima di Universitas unggul di kota gudeg
Yogyakarta. Betapa senangnya Tere waktu itu. Tere janji, kesempatan
belajar ini tak akan disia-siakan.

Tahun pertama kuliah, Tere sibuk dengan berbagai hal tentang
perkuliahan. Banyaknya tugas dan praktikum membuat Tere semakin giat
kuliah. Banyak temen-temen bilang kalo Tere orangnya Study
Oriented,
ga da yang berhasil membujuk Tere tuk ikut dalam
kegiatan organisasi. Paling ngikut-ikut seminar, trus dialog-dialog
ringan, ya acara-acara kecil namun hanya sekadar sebagai peserta aja.

“Re,
Manajemen Keuangan Internasional dah dikerjain lom?Re…….!!!
Tereeee…..!”

“Eh
iya….” Panggilan Ayum teman seangkatanku membuyarkan lamunanku
menjadi kepingan siluet yang tak berbekas. “Ada apa Yum?” tanyaku
gagap.

“Kamu
denger ga sih? Aku mpe berbusa ngajakin kamu ngomong, namun kamunya
malah ngelamun!”

“Maaf
Yum, diulang dong! Tadi aku lagi nggak  konsen. Pikiranku memang lagi
nggak karuan.”

“Ga
jadilah! Dah males deh , mendingan ganti ke hal lain, kamu ga kengen
rumah?”

“Ya
kangen lah! Tapi lom berani sekarang., masih nunggu waktu yang tepat.
Kamu kan tahu sendiri latar belakang keluargaku. Bisa-bisa aku
dikubur hidup-hidup!”

“Sabar
ya Re.., ini semua pasti akan ada hikmahnya! Nanti, kamu juga akan
bertemu muaraNya. Yang tabah aja.

“Do’ain
ya Yum, semoga aku kuat melewati ini semua.”

“Amiiin…!”